Recent Posts

Contributors

Review Asus Zenfone 4 Selfie Pro

Tuesday, May 29, 2018
Review Asus Zenfone 4 Selfie Pro - Tahun ini penulis alias HSW telah menguji pakai puluhan ponsel. Menjajal Asus Zenfone 4 Selfie Pro merupakan aktivitas paling menantang. Selain harus mengubah kebiasaan pengetesan kamera, HSW yang tidak gemar berswafoto alias selfie mesti sok percaya diri. Ehm… lebih tepatnya menahan malu sih.


Betapa tidak. Fitur yang paling ditonjolkan dari Asus Zenfone 4 Selfie Pro adalah kamera depan. Karena itu, kinerja kamera tersebut wajib benar-benar diuji. Kalau saat menguji pakai ponsel HSW biasanya berswafoto 3-4 kali saja, kali ini frekuensinya meningkat ribuan persen. Seolah tak mau kalah dengan “penebalan anggaran” di sebuah daerah.




Ketika HSW sedang berswafoto, berkali-kali orang lain di sekitar melihat dengan ekspresi agak aneh. Kemudian dia berbisik-bisik kepada temannya. Mungkin dia berkata, “Om om itu centil ya. Sudah gendut, nggak fotogenik, eh… selfie berkali-kali.” Cuek deh. Demi review!

Kamera di sisi muka Asus Zenfone 4 Selfie Pro alias ZD552KL berlensa ganda dan dilengkapi lampu kilat. Lensa normalnya memiliki panjang fokal 25 milimeter dan bukaan lensa f/1,8. Ia sanggup menghasilkan foto beresolusi 12 megapiksel dan klip video 4K. Bila mode DuoPixel diaktifkan, resolusi foto yang diproduksi akan berlipat dua menjadi 24 megapiksel.

Satu lensa lain kamera depan memiliki spesifikasi 12 milimeter dengan bukaan lensa f/2,2. Area tangkapan lensa sudut lebar itu seluas 120 derajat. Ia mampu memproduksi foto beresolusi sampai lima megapiksel dan klip video full HD 1080p. Lensa kamera depan mana pun yang dipakai pengguna, tersedia mode portrait yang mempermudah pengguna mendapatkan efek bokeh.



Secara umum, kinerja sepasang kamera depan Zenfone 4 Selfie Pro relatif memuaskan. Mode portrait-nya sanggup memberikan efek bokeh yang artistik, walaupun agak sering terlihat kurang rapi dan natural.

Agar hasil swafoto lebih optimal, HSW memiliki tip sederhana. Saat berswafoto, tingkat pencahayaan di sekitar wajah pengguna idealnya tidak terlalu timpang (Jawa: njomplang) dengan latar belakang. Hindari pula berfoto dengan latar belakang yang terlalu terang. Bila hal tersebut diabaikan, swafoto yang dihasilkan bakal kurang sedap dipandang mata. Sebab, ponsel berusaha membuat wajah pengguna terlihat terang. Tingkat pencahayaan dinaikkan. Akibatnya, latar belakang pemotretan menjadi banjir cahaya.



Satu catatan HSW berikan untuk fitur DuoPixel. Di atas kertas teknologi itu mengoptimalkan fungsi dual pixel image sensor. Sehingga, jumlah fotodioda yang menangkap cahaya menjadi dua kali lebih banyak ketimbang sensor konvensional.

Hasil uji pakai HSW menunjukkan kalau DuoPixel justru kurang menarik. Benar, DuoPixel sanggup menghasilkan foto beresolusi 12 x 2 megapiksel alias 24 megapiksel. Namun, hal itu ternyata membuat aktivitas pemotretan menjadi lebih lama. Sejak tombol penjepret (shutter button) ditekan sampai kamera siap menjepret lagi, ada jeda sekitar empat detik untuk pemrosesan tambahan.
Ketika foto 24 megapiksel DuoPixel dicermati dengan men-zoom-nya puluhan persen, detail foto yang dihasilkan terlihat kalah prima dibandingkan foto 12 megapiksel non-DuoPixel. Seolah dua gambar ditumpuk secara tidak sempurna. Berikut salah satu contohnya.






Saran HSW untuk pengguna dan calon pengguna Zenfone Selfie Pro, nonaktifkan DuoPixel. Gunakan resolusi 12 megapiksel saja. Resolusi sebesar itu sebenarnya sudah sangat memadai kok. Apalagi, bila foto yang dihasilkan “cuma” dijadikan wallpaper laptop atau diunggah ke media sosial.
Sekarang saatnya membicarakan kamera belakang. Kamera itu berlensa tunggal 26 milimeter dengan bukaan f/2,2. Terdapat fokus otomatis dan lampu kilat. Kemampuan maksimalnya memproduksi foto beresolusi 16 megapiksel dan klip  video 4K alias 3.840 x 2.160 piksel. Pemfokusan berlangsung cepat dan tepat. Foto yang dihasilkan pun tergolong bagus.

Tersedia mode portrait yang siap diaktifkan untuk menghasilkan efek bokeh. Ada pula mode profesional yang mengizinkan pengguna mengubah pemfokusan, kecepatan rana, ISO, kompensasi pencahayaan, dan white balance. Kecepatan rana dapat diatur manual mulai 1/10.000 detik sampai 32 detik, sedangkan ISO mulai 25 sampai 3200.

Asus Zenfone 4 Selfie Pro hadir dengan layar AMOLED 5,5 inci beresolusi full HD 1.920 x 1.080 piksel plus Corning Gorilla Glass. Layar itu sanggup menyajikan gambar maupun huruf dengan prima. Tajam dan cemerlang. Fitur mengetuk permukaan layar dua kali untuk mengaktifkan maupun memadamkan layar masih tersedia.

Di kanan atas layar terdapat LED notifikasi, sedangkan di bawah layar terdapat pemindai sidik jari. Tombol volume dan power berada di bagian kanan bodi ponsel. Sementara itu, di bawah bakal dijumpai konektor audio 3,5 milimeter, konektor micro USB, dan speaker.

Baki penampung kartu SIM terselip di sisi kiri ponsel. Lantaran menganut prinsip hybrid, pengguna mustahil memasangkan dua nano SIM dan satu keping kartu microSD secara bersamaan.
Anggaplah pengguna memilih meletakkan dua nano SIM. Kedua nomor dapat siaga bersamaan. Nomor yang dipakai berinternet, tak peduli berada di selot SIM1 atau SIM2, bebas berkelana dari jaringan 4G LTE, 3G, maupun 2G. Sedangkan satu nomor lainnya masih bisa menduduki jaringan 3G.

Selama menguji pakai Zenfone 4 Selfie Pro, HSW sukses berinternet via jaringan 4G LTE Telkomsel, XL, Indosat, dan Smartfren. Hal itu tak mengherankan. Pasalnya, ponsel Android 7.1.1 Nougat yang kelak bisa diperbarui ke Oreo tersebut mendukung 4G LTE di band 1, 3, 5, 7, 8, 20, dan 40.



Dengan perilaku pemakaian ala HSW, baterai tanam 3.000 mAh di ponsel itu sanggup bertahan 12-14 jam. Durasi masa aktif bakal merosot sekitar dua jam bila ponsel diajak berinternet via jaringan 4G LTE XL. Untuk proses pengisian ulang daya, Zenfone 4 Selfie Pro mendukung fast charging 2A. Ia belum memenuhi standar Qualcomm Quick Charge 2.0 dan generasi sesudahnya.

Spesifikasi lain ponsel itu, di antaranya, prosesor delapan inti (octa core) Qualcomm Snapdragon 625 MSM8953 2 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 4 GB, dan ROM 64 GB. Sisa memori internal saat ponsel baru dikeluarkan dari kardus sebesar 51,19 GB.

Bila rajin menelesuri menu ponsel, pengguna akan menjumpai fitur penyaring panggilan telepon masuk. Ada pula Twin Apps untuk mengkloning suatu aplikasi. Jadi, misalnya, menjalankan dua akun Facebook dan Instagram di Zenfone 4 Selfie Pro bukanlah hal mustahil.

Pengguna yang gemar berswafoto dan berswavideo layak mengeksplorasi aplikasi Selfie Master. Beragam pengaturan untuk mempermak wajah tersedia di sana. Selama menguji pakai kamera depan Zenfone 4 Selfie Pro, HSW sengaja tak menjajal Selfie Master dan mode beauty. Biarkanlah pipi gembul HSW terekam apa adanya. Lebih baik pipi gembul laksana bakpao daripada kepala benjol seukuran bakpao, bukan? Ha… ha… ha….

Kalau dirangkum, kelebihan di ponsel berdimensi fisik 154,02 x 74,83 x 6,85 milimeter dan berat 147 gram itu lebih banyak daripada kekurangannya. Tipis, enak digenggam, dan sangat gegas. Dibandingkan aneka ponsel dengan Snapdragon 625 yang pernah HSW uji pakai, termasuk ponsel Asus tipe lain, Zenfone 4 Selfie Pro adalah yang paling gegas. Responsif banget.
Kamera depan dan belakangnya pantas disebut bagus. Layarnya pun sedap dipandang mata. Pemindai sidik jari di sisi muka ponsel cepat dalam mengenali sidik jari, lalu mengaktifkan layar sekaligus membuka penguncinya.

Kekurangan ponsel itu, menurut HSW, DuoPixel-nya tak seindah yang dipromosikan. Absennya NFC boleh ditambahkan sebagai sisi minus.

Saat ini Zenfone 4 Selfie Pro dipasarkan dengan harga ritel Rp 4,999 juta. Ya, sama persis dengan harga ritel resmi Asus Zenfone Zoom S. Paket penjualan telah termasuk jelly case transparan. Asalkan rajin membandingkan harga, peminat pasti bisa mendapatkan ponsel itu dengan harga lebih murah hingga ratusan ribu rupiah.

Lebih baik membeli Zenfone 4 Selfie Pro atau Zenfone Zoom S? Dua ponsel itu sama-sama bagus, tetapi STP-nya berbeda. Segmentation, targeting, dan positioning-nya tidak sama.Cara memilihnya sederhana. Kalau Anda mengutamakan performa kamera depan dan mengidamkan ponsel tipis, pilihlah Zenfone 4 Selfie Pro. Sementara itu, bila Anda menginginkan ponsel dengan kamera andal sekaligus baterai tahan lama, membeli Zenfone Zoom S merupakan langkah bijak. Sampai detik ini, setiap kali ada yang meminta rekomendasi ponsel dengan kamera bagus dan baterai tahan lama, Zenfone Zoom S masih menjadi pilihan utama HSW.

***

Review Asus Zenfone 4 Selfie Pro


Inilah contoh foto yang dihasilkan kamera depan Asus Zenfone 4 Selfie Pro. Supaya lebih ringan diakses, seluruh foto telah di-resize dan dikompresi. Tidak ada olah digital lain yang dilakukan.
Pemotretan menggunakan lensa normal. Mode portrait nonaktif.

Lensa normal. Mode portrait aktif.

Lensa sudut lebar. Mode portrait nonaktif.

Lensa sudut lebar. Mode portrait aktif.

Lensa normal. Mode portrait nonaktif. DuoPixel nonaktif.

Lensa normal. Mode portrait nonaktif. DuoPixel aktif.

Lensa normal. Mode portrait aktif. DuoPixel nonaktif.

Lensa sudut lebar. Mode portrait nonaktif. DuoPixel nonaktif.

Lensa sudut lebar. Mode portrait aktif. DuoPixel nonaktif.






Sekarang menjajal satu-satunya kamera di bagian belakang Zenfone 4 Selfie Pro.


















***
Tangkapan layar Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.




No comments:

Post a Comment