Recent Posts

Contributors

Review Huawei Nova 2 Lite

Tuesday, May 29, 2018
Review Huawei Nova 2 Lite - Kehadiran Huawei Nova 2 Lite secara resmi di pasar Indonesia tak sampai menimbulkan kehebohan. Ia tertelan hiruk-pikuk peredaran Asus Zenfone Max Pro M1 dan Xiaomi Redmi Note 5. Tidak seperti duet Asus-Xiaomi yang kini dijuluki ponsel gaib oleh warganet (netizen), Nova 2 Lite sangat mudah ditemukan di pasar. Harga jualnya maksimal sama dengan harga ritel resmi yang dipatok Rp2,599 juta.

Review Huawei Nova 2 Lite

 Mengikuti tren pasar, Nova 2 Lite dibekali layar fullview berasio 18:9. Bentang layarnya 5,99 inci dengan resolusi HD+ 1.440 x 720 piksel. Untuk membuka layar yang terkunci, pengguna tinggal menyentuhkan ujung jari ke sensor sidik jari di punggung ponsel atau mendayagunakan sensor wajah (face unlock).




Tenang… walaupun berlayar besar, bodi Nova 2 Lite tidak bongsor kok. Berdimensi fisik 158,3 x 76,7 x 7,8 milimeter dan berat 155 gram, ukurannya setara dengan ponsel berlayar 5,5 inci konvensional. Enak digenggam maupun dimasukkan ke dalam saku.

Di bagian bawah ponsel, pengguna akan menjumpai konektor audio 3,5 milimeter, konektor micro USB, dan speaker. Tombol volume dan power terletak di kanan. Sementara itu, di sisi kiri ponsel terdapat sebuah selot kartu non-hybrid. Dua nano SIM dan satu keping microSD dapat dipasangkan bersamaan.

Sepasang nomor yang diselipkan bakal simultan siaga. Nomor mana pun yang dipakai untuk berinternet leluasa menjelajahi jaringan 4G LTE, 3G, maupun 2G. Anggaplah nomor itu berada di selot SIM1 dan sedang berada jaringan 4G LTE. Nomor di selot SIM2 masih bisa menduduki jaringan 3G.

Kondisi yang sekilas terlihat biasa-biasa tersebut praktiknya amat bermanfaat. Terutama, bagi pengguna yang beraktivitas di kota-kota besar. Karena masih dapat masuk ke jaringan 3G, bukan terkunci di jaringan 2G saja, nomor itu biasanya lebih mudah ditelepon.

Hal bertolak belakang akan terjadi bila, misalnya, nomor di selot SIM2 terkunci di jaringan 2G. Meskipun sinyal di layar ponsel penuh, nomor itu berpotensi sulit dihubungi. Penelepon mendapatkan notifikasi kalau nomor tujuan sedang tidak aktif. Padahal, nomor yang dikontak itu sebenarnya sedang siaga dan menganggur.

Merujuk kepada uji pakai yang dilakukan penulis alias HSW, Nova 2 Lite terbukti kompatibel dengan layanan 4G LTE Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL, Tri, dan Smartfren. Namun, ponsel tersebut belum mendukung native VoLTE Smartfren.



Ponsel bersistem operasi Android 8.0 Oreo dengan tampilan antarmuka EMUI 8.0 itu dibekali kamera belakang berlensa ganda. Kamera beresolusi 13 megapiksel berfungsi mengabadikan objek, sedangkan kamera kedua yang beresolusi dua megapiksel saja bertugas membantu menciptakan efek bokeh.

Hal yang menarik, kamera dengan fokus otomatis dan lampu kilat itu dilengkapi fitur wide aperture. Besar kecilnya bukaan lensa–yang berdampak terhadap tingkat bokeh–bisa diatur berdasarkan algoritma peranti lunak tertentu. Pengaturan tersebut dapat dilakukan sebelum maupun sesudah pemotretan. Titik fokus foto yang sudah tersimpan pun bisa diubah.

Tidak tersedia pilihan mode manual atau profesional di menu kamera Nova 2 Lite. Kalau difungsikan sebagai perekam video, kamera itu sanggup menghasilkan klip video beresolusi full HD 1080p.
Seberapa bagus performa kamera Nova 2 Lite? Dengan melihat beberapa contoh hasil jepretan di bagian bawah tulisan ini, HSW yakin Anda langsung dapat menyimpulkannya.

Saatnya membicarakan kamera depan yang beresolusi delapan megapiksel. Kamera untuk berswafoto itu tanpa fokus otomatis. Namun, ia dibekali lampu kilat untuk menambah pencahayaan di lokasi yang temaram.



Prosesor delapan inti (octa core) Qualcomm Snapdragon 430 MSM8937 berkecepatan 1,4 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, radio FM, RAM 3 GB, dan ROM 32 GB merupakan sebagian spesifikasi lain Nova 2 Lite. Tidak ada NFC. Ketika ponsel baru diaktifkan, sisa kapasitas memori internal mencapai 23,91 GB. Tersedia dalam dua pilihan warna, hitam dan biru, Nova 2 Lite juga dilengkapi penyaring panggilan telepon dan SMS masuk. Fitur itu dapat ditemukan secara mudah di dalam aplikasi phone manager bawaan. Dengan perilaku pemakaian ala HSW, baterai tanam berkapasitas 3.000 mAh di Nova 2 Lite biasanya mampu bertahan selama 10-11 jam. Proses pengisian ulang baterai membutuhkan waktu hampir dua jam.

Kalau dirangkum, kinerja sensor sidik jari dan sensor wajah Nova 2 Lite relatif prima. Di dalam ruangan pun, asalkan masih cukup terang, fitur sensor wajah alias face unlock dapat bekerja dengan optimal. Kegegasan ponsel belum bisa dibilang istimewa. Ketika menjalankan beberapa aplikasi sekaligus lalu diajak berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain, kadang ia terasa tersendat. Performa kameranya berbeda sangat signifikan dibandingkan Huawei Nova 2i yang dibanderol lebih mahal Rp1 juta. Andai hingga kini paket penjualan Nova 2 Lite masih menyertakan speaker bluetooth JBL Flip 3, seperti ketika masa pre-order, ponsel itu boleh dilirik. Speaker JBL-nya lalu segera dijual untuk mengurangi “harga modal” ponsel. Sebaliknya, bila tanpa bonus speaker JBL, harga Nova 2 Lite tampaknya wajib dikoreksi. Entah dengan dalih promo Ramadan atau alasan lain.
***

 Review Huawei Nova 2 Lite


Inilah contoh hasil jepretan kamera Nova 2 Lite.








Dua foto di bawah ini memanfaatkan fitur wide aperture.









Tiga swafoto berikut dijepret menggunakan kamera depan.

Di dalam ruangan yang cukup gelap. Lampu kilat kamera depan nonaktif.

Kini lampu kilat kamera depan diaktifkan.

***
Tangkapan layar Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.



No comments:

Post a Comment