Mencermati riuh rendah persaingan terkini perponselan, HSW yakin ponsel pertama Asus dengan layar full view 18:9 itu segera sulit bersaing. Alasannya akan Anda ketahui usai membaca ulasan ini sampai tuntas.

Zenfone Max Plus M1 alias ZB570TL dibekali layar 5,7 beresolusi HD+ 1.440 x 720 piksel. Karena mengadopsi layar dengan rasio 18:9, dimensi fisiknya jauh dari kata bongsor. Ini ukurannya: 152,6 x 73 x 8,8 milimeter dan berat 160 gram. Setara dengan ponsel pintar yang memanfaatkan layar 5,2 inci berasio 16:9.
Di sisi atas ponsel terdapat konektor audio 3,5 milimeter untuk menancapkan handsfree berkabel. Tombol volume dan power terletak di kanan bodi. Sementara itu, speaker dan konektor micro USB tersedia di bagian bawah ponsel. Selot berisi satu baki kartu akan dijumpai di sisi kiri ponsel. Dua nano SIM dan satu keping kartu microSD dapat diletakkan bersamaan. Sepasang nomor bakal simultan siaga. Nomor yang digunakan berinternet bisa masuk ke jaringan 4G LTE, sedangkan satu nomor lainnya masih dapat menduduki jaringan 3G.

Dengan mengacu kepada percobaan yang dilakukan HSW, Zenfone Max Plus kompatibel dengan layanan 4G LTE Telkomsel, Indosat, XL, Tri, dan Smartfren. Kemampuan native VoLTE Smartfren menjadi nilai tambah ponsel
Saatnya membicarakan kamera. Kamera di sisi belakang Zenfone Max Plus berlensa ganda. Satu lensa normal beresolusi 16 megapiksel, satu lagi lensa sudut lebar 120 derajat beresolusi delapan megapiksel. Kalau difungsikan sebagai perekam video, kamera itu sanggup menghasilkan klip video beresolusi maksimal full HD 1080p.
Kamera dengan fokus otomatis dan lampu kilat tersebut memiliki pilihan mode profesional. Berbekal mode itu, pengguna bisa mengubah pemfokusan, kecepatan rana (shutter speed), ISO, kompensasi pencahayaan, dan white balance secara manual. Misalnya, kecepatan rana diubah menjadi minimal 1/1.000 detik dan maksimal sepuluh detik. Sedangkan ISO-nya mulai 100 sampai 1600.

Beralih ke kamera depan. Kamera untuk berswafoto itu mampu memproduksi foto beresolusi maksimal 16 megapiksel dan klip video full HD 1080p. Kala berswafoto di lokasi yang temaram, pengguna bisa memanfaatkan cahaya layar sebagai lampu kilat darurat. Baik kamera belakang maupun kamera depan Zenfone Max Plus dapat menghasilkan efek bokeh.
Ponsel bersistem operasi Android 7.0 Nougat itu memakai prosesor delapan inti (octa core) MediaTek MT6750T yang terdiri atas empat inti berkecepatan 1,5 GHz dan empat inti 1 GHz. Spesifikasi lainnya, Wi-Fi, bluetooth, GPS, pemindai sidik jari, twin apps, RAM 4 GB, dan ROM 64 GB. Ketika ponsel baru dikeluarkan dari kardus, sisa memori internal tercatat 50,93 GB. Untuk memadamkan dan mengaktifkan layar, pengguna cukup mengetukkan jari dua kali di permukaan layar.
Sekarang saatnya membicarakan performa. Terus terang kinerja nyata Zenfone Max Plus cukup mengejutkan. Pemindai sidik jarinya terbilang kurang gegas. Sejak ujung jari disentuhkan sampai layar ponsel terbuka, sangat terasa ada jeda sepersekian detik.
Kameranya pun tak layak diberi acungan jempol. Foto yang dihasilkan kamera utama sebenarnya lumayan tajam, tetapi cenderung pucat dan kurang terang. Sedangkan foto yang diproduksi kamera depan biasanya terang. Namun, seringkali terlihat kurang tajam. Terlalu soft.

Seperti yang lazim berlaku di ponsel Asus seri Zenfone Max, daya tahan baterai menjadi nilai jual utama. Masalahnya, dalam pemakaian sehari-hari ala HSW, baterai tanam 4.130 mAh di Zenfone Max Plus ternyata cuma sanggup bertahan 14-16 jam. Lumayan jauh di bawah perkiraan awal yang diduga minimal bisa menembus 20-an jam.
Sekarang harga ritel resmi Zenfone Max Plus dipatok Rp2,799 juta. Dengan memperhatikan performa umum dan riuh rendah industri perponselan, HSW meyakini mulai akhir bulan ini Zenfone Max Plus akan sulit bersaing. Selain kinerjanya tak gemilang, muncul ponsel Asus dan Xiaomi yang lebih menggiurkan. Spesifikasi umum lebih tinggi, tetapi harganya relatif sama, bahkan ada varian yang lebih murah. Contohnya, Asus Zenfone Max Pro M1 dan Xiaomi Redmi Note 5 yang bisa dibeli mulai 25 April mendatang.
Saran HSW untuk pemilik toko, segera habiskan stok Zenfone Max Plus. Kalau perlu lakukan cut loss daripada unit tersisa menjadi barang mati. Sedangkan bagi Anda yang berencana membeli ponsel baru, tunda dulu pembelian sampai minggu depan.
***
Review Asus Zenfone Max Plus M1











Saatnya membandingkan hasil jepretan lensa normal dengan lensa sudut lebar.
Foto berikut dijepret menggunakan lensa normal.

Sedangkan foto ini dihasilkan oleh lensa sudut lebar.

Lensa normal lagi.

Lensa sudut lebar lagi.



Kini menjajal kamera depan.


***
Tangkapan layar Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.



No comments:
Post a Comment